–It’s All About Lens–


1. Penutup lensa
Bagian depan lensa harus diberi cover, biasanya dalam bentuk filter transparan atau filter UV. Filter ini bisa berguna untuk menghalau sinar ultraviolet, untuk melindungi dari debu, dan juga goresan-goresan.

2. Ulir filter
ulir di depan lensa untuk memasang filter/lens hood.

3. Ring fokus

Ring atau cincin putar untuk mengatur fokus (jika menggunakan fokus manual, bukan otomatis).

4. Informasi panjang fokus
Tampilan informasi jarak kamera dengan obyek.

5. Cincin panjang fokus (focal length ring)
Untuk mengatur pembesaran dan juga melakukan cropping frame pada obyek.

6. Cincin bukaan (Aperture ring)
Ring untuk mengatur diafragma/aperture. Biasanya terdapat pada lensa fixed.

7. Pengunci Focal length
Switch untuk mengunci jarak fokus agar tidak berubah.

8. Ulir (mount) lensa
Ulir untuk memasang lensa pada body kamera.

9. Tanda titik
Tanda untuk memasang filter/lens hood dan ulir lensa pada kamera.

10. Switch VR/IS
Switch untuk meminimalkan getaran pada lensa sehingga obyek minim blur.

11. Switch Fokus
Switch untuk mengatur fokus, manual atau otomatis.

NB: Kemungkinan tiap merek berbeda dalam peletakannya maupun istilahnya, tetapi pada prinsipnya semuanya sama.

ARTI KODE-KODE YANG TERDAPAT PADA LENSA

–Contoh:
Tamron AF 28- 300mm F/3.5-6.3 XR Di VC

1. Warna hitam : merek lensa

2. Warna biru: Teknologi lensa untuk mengatur fokus secara otomatis, AF = Auto focus.

3. Warna orange: jangkauan panjang fokal lensa, semakin kecil angkanya maka semakin lebar jangkauannya, semkin besar angka semakin jauh jangkauannya. Lensa yang diberi kode xx-xx mm disebut lensa zoom, kalau kodenya xx mm disebut prime lens/fixed lens.

4. Warna merah: menunjukan bukaan terbesar lensa pada panjang fokal yang tertera. kalau lihat contoh maka berarti lensa tsb pada panjang fokal 28mm dia bisa membuka sampai f/3.5, sementara pada panjang fokal 300mm bukaan maksimalnya hanya bisa membuka sampai f/6.3. Bila penulisannya hanya satu angka saja, maka artinya disemua panjang fokal bukaan terbesarnya akan selalu tetap.

5. Warna hijau : teknologi optik yang diterapkan di lensa tsb. masing merk mempunyai kode masing2. seperti contoh di atas VC = vibration compensation, fungsinya mirip dengan IS = image stabilizer pada canon dan VR = Vibration Reduction pada Nikon.

–Contoh lagi:
Canon EF 50mm f/1.8 II

EF = Lensa digital Canon
50mm = jangkauan fokal lensa
f/1.8 = maksimum bukaan
II = generasi ke-2

Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS

EF-S = Lensa digital Canon yang hanya compatible untuk Camera cropped body sensor (semua kamera kecuali Canon 5D, EOS mark series)
18-55mm = lensa zoom dari 18 ke 55mm
f/3.5-5.6 = bukaan maksimum untuk jangkauan fokal, 18mm = 3.5, 55mm = 5.6
IS = Image Stabilizer, membantu mencegah blur karena getaran tangan waktu mengambil foto pada kondisi gelap.

Ada juga beberapa kode khusus pada lensa Canon:

L = singkatan dari Luxury atau mewah, lensa ini dibikin dengan teknologi terbaik dan bahan terbaik.

USM = Ultra Sonic Motor, Auto Fokus lensa ini cepat dan hampir tidak bersuara

I, II, III = huruf romawi tanda lensa ini telah disempurnakan berapa kali

TE-S = Tilt Shift Lens, lensa khusus yang bisa diputar2

Macro = Lensa spesialisasi untuk foto objek kecil

DO = Diffractive Optical Element, teknologi yang membuat lensa tidak sepanjang dan seberat original.

Contoh lain:
Nikon 18-200mm f/3.5-5.6 G ED-IF AF-S VR DX

ED-IF : (Extra-low Dispersion) meminimalisir chromatic aberration (warna kroma pada tepi2 objek
sekaligus meningkatkan resolusi dan kontras yang lebih baik.
18-200mm dan f/3.5-5.6 (sama dengan yang di atas (penjelasan untuk lensa Canon
AF-S = lensa yang memiliki auto fokus built in sehingga bisa dipake untuk kamera
seperti d40 dan d40x.
VR = Vibration Reduction, sama dengan IS pada Canon, mencegah blur
pada gambar akibat getaran tangan.
DX = Lensa compact ringan yang didesain untuk kamera2 digital Nikon yang tidak full frame, sedangkan FX untuk kamera nikon yang full frame format seperti D3.
SWM = Silent Wave Motor. Konsepnya sama dengan USM-nya Canon.
IF = Internal focus
ED = ED glass.

RAGAM LENSA

1. Sudut super lebar (Super wide angle)
kadang disebut juga lensa fish eye. Jangkauan sangat luas, sehingga kadang menimbulkan distorsi bentuk. Contoh ukuran lensa: 10 mm, 15 mm.

2. Sudut lebar (Wide angle)
Lensa berjangkauan lebar. Cocok untuk memotret panorama atau pemandangan. Contoh ukuran lensa: 18 mm, 24 mm, 28 mm.

3. Standar/Lensa tradisional/ Lensa primer/ fixed lens
Digunakan untuk untuk benda-benda berukuran sedang dalam keadaan cahaya yang pas-pasan. disebut lensa normal jika memiliki panjang fokal (focal length) yang setara dengan diagonal gambar yang diproyeksikan kedalam kamera. pada format 35mm dimensi yang diproyeksikan kedalam kamera adalah 24x36mm, sehingga diagonal gambar tersebut adalah 43,27mm atau setara dengan 50mm.
Keunggulan lensa primer ini adalah:
a. memiliki bukaan diafragma maksimum yang lebih besar daripada lensa jenis lain.
b. karena bukaaan diafragma yang maksimum, kamera dapat merekam lebih banyak cahaya dan menghasilkan warna yang lebih kaya. c. ruang tajam (Depth of Field / DOF) yang pendek, sehingga dapat menghasilkan latar belakang yang blur. Contoh ukuran lensa: 50 mm.

4. Telefoto
Lensa berjangkauan panjang. Biasa dipakai untuk memotret jarak jauh. Contoh ukuran lensa: 85 mm, 100 mm, 300 mm, 400 mm.

5. Makro
Lensa berjangkauan sempit. Biasanya digunakan untuk membuat foto makro atau membuat detil-detil dari sebuah benda. Contoh ukuran lensa: 50 mm makro, 100 mm makro, 300 mm makro.

6. Lensa variasi
lensa yang memiliki dua jenis jangkauan. Misalnya lensa wide-to-standard (contoh: 18-55 mm), semi tele (contoh: 70-300 mm), dan sebagainya.

7. Lensa dongak-geser / Tilt-shift lenses
yang lazim di fotografi arsitektur digunakan untuk menghindari distorsi sudut lensa lebar yang tercipta akibat fokus diseluruh bangunan. lensa dongak-geser mempunyai fitur yang lebih baik daripada hanya memperbaiki distorsi, mereka juga memberikan fotografer total kontrol atas fokus dan kedalaman lapangan (depth of field/DOF). Lensa ini juga dapat membuat foto terlihat agak janggal dimana bidang kedalaman terlihat “tidak wajar” dan seluruh adegan seperti foto tampak seperti sebuah miniatur. Contoh ukuran lensa: 45 mm

NB:
Crop factor
Ada perbedaan sensor antara lensa full frame seperti pada kamera film dan lensa kamera digital yang bersensor kurang dari sensor film yang berukuran 24×36 mm. Sebagian besar lebih kecil daripada sensor kamera full frame film 35mm, hal ini berakibat hasil foto pada kamera DSLR non full frame akan kelihatan menciut atau lebih sempit daripada bila kita memakai lensa full frame, hal inilah yang disebut crop factor, Umumnya nilai crop factor sekitar ataua perbandingan antara lensa full frame dibandingkan dengan kamera non full frame adalah : 1,5 hingga 1,6 kali, artinya ukuran lensa efektif pada pada kamera DSLR tersebut adalah 1,5kali ukuran aslinya.
misalnya lensa 28mm jika digunakan pada kamera DSLR non full frame akan menghasilkan sudut pandang 42mm dan lensa 35mm akan menghasilkan sudut pandang 52.5mm.

MACAM-MACAM AKSESORIS LENSA

1. Filter
Berupa lingkaran kaca yang dipasang dimuka lensa. Fungsinya beragam tergantung jenis filternya. Ada filter polarized, infrared, hingga aneka filter warna.

2. Lens hood
Fungsi dari lens hood atau tudung lensa adalah untuk mengurangi efek flare, yang dibiaskan cahaya lampu atau matahari.



3. Tele converter

Seperti namanya, berfungsi untuk menambah focal length suatu lensa

———————————————————————–
SEMOGA TULISAN INI BERMANFAAT

–SALAM JEPRET–


4 Tanggapan

  1. makaseh lho mas … atas infonya… ^_^
    kalo ngga’ ada mas bisa apa coba…:D

  2. hy..
    aq cindy mau tanya “efek flare” itu apa sih..??
    maklum, aku bener2 pemula di ilmu fotoghrafi..!!

    thanks ^_^

    • waduh maap baru saya bales🙂 saya jarang buka blog🙂

      gini, efek flare itu,, efek yang terjadi karena kelebihan cahaya pada lensa,, kalau ga mau ada efek flare, biasanya diberi lens hood,. kalo ingin jelasnya coba buka software photoshop.

      open gambar apa saja di phtoshop,, trus klik menu “filter” – “render” – “lens flare”

      lihat yang terjadi, kira2 begitulah jadinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: